Sabtu, 11 Maret 2017

TUUJUAN DAN RASIO ANALISIS KEUANGAN (Softskill Latihan1)


ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Salah satu tugas penting setelah akhir tahun adalah melakukan analisis laporan keuangan perusahaan. Analisis ini didasarkan pada laporan keuangan yang sudah disusun. Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Screening: Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari laporan keuangan tanpa pergi langsung ke lapangan.
  2. Understanding: Memahami perusahaan, kondisi keuangan, dan hasil usahanya.
  3. Forcasting: Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuanga perusahaan di masa yang akan datang.
  4. Diagnosis: Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan ada mesalah-masalah yang terjadi baik dalam manajemen, ope keuangan atau masalah lain dalam perusahaan.
  5. Evaluation: Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan.
Di samping tujuan tersebut di atas, analisis laporan keuangan juga dapat digunakan untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan. Dengan melakukan analisis laporan keuangan, maka informasi yang dibaca dari laporan keuangan akan menjadi lebih luas dan lebih dalam. Hubungan satu pos dengan pos Iain akan dapat menjadi indikator tentang posisi dan prestasi keuangan perusahaan serta menunjukkan bukti kebenaran penyusunan laporan keuangan.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:3), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Sedangkan menurut Fahmi (2011:28), tujuan utama dari laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang mencakup perubahan dari unsur-unsur laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam menilai kinerja keuangan terhadap perusahaan di samping pihak manajemen perusahaan. Para pemakai laporan akan menggunakannya untuk meramalkan, membandingkan, dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya. Informasi mengenai dampak keuangan yang timbul tadi sangat berguna bagi pemakai untuk meramalkan, membandingkan dan menilai keuangan. Seandainya nilai uang tidak stabil, maka hal ini akan dijelaskan dalam laporan keuangan. Laporan keuangan akan lebih bermanfaat apabila yang dilaporkan tidak saja aspek-aspek kuantitatif, tetapi mencakup penjelasan-penjelasan lainnya yang dirasakan perlu. Dan informasi ini harus faktual dan dapat diukur secara objektif.
Beberapa tujuan laporan keuangan dari berbagai sumber di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Informasi posisi laporan keuangan yang dihasilkan dari kinerja dan aset perusahaan sangat dibutuhkan oleh para pemakai laporan keuangan, sebagai bahan evaluasi dan perbandingan untuk melihat dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya.
2.      Informasi keuangan perusahaan diperlukan juga untuk menilai dan meramalkan apakah perusahaan di masa sekarang dan di masa yang akan datang sehingga akan menghasilkan keuntungan yang sama atau lebih menguntungkan.
3.      Informasi perubahan posisi keuangan perusahaan bermanfaat untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode tertentu. Selain untuk menilai kemampuan perusahaan, laporan keuangan juga bertujuan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.

KARAKTERISTIK LAPORAN KEUANGAN

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:5-8), laporan keuangan yang berguna bagi pemakai informasi bahwa harus terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan.
1.      Dapat dipahami
2.      Relevan
3.      Keandalan
               a)  Penyajian jujur
   b) Substansi mengungguli bentuk
   c)  Netralitas
   d) Pertimbangan sehat
   e)  Kelengkapan
4.      Dapat dibandingkan

ANALISIS RASIO KEUANGAN
Menurut Harahap (2009:297), rasio keuangan merupakan angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu akun laporan keuangan dengan akun lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan. Menurut Simamora (2002:357), analisis rasio merupakan cara penting untuk menyatakan hubungan-hubungan yang bermakna diantara komponen-komponen dari laporan-laporan keuangan. Rasio menggambarkan suatu hubungan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah lain, dan dengan menggunakan alat analisis berupa rasio yang akan menjelaskan atau menggambarkan kepada penganalisa baik atau buruknya keadaan posisi keuangan suatu perusahaan.
Menurut Margaretha (2004:22), penganalisaan rasio keuangan ada beberapa cara, di antaranya :
a.       Analisis horisontal/trend analysis, yaitu membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan dari tahun-tahun yang lalu dengan tujuan agar dapat dilihat trend dari rasio-rasio perusahaan selama kurun waktu tertentu.
b.      Analisis vertikal, yaitu membandingkan data rasio keuangan perusahaan dengan rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau standar industri untuk waktu yang sama.
Sedangkan menurut Riyanto (2010:329), dalam mengadakan analisis rasio keuangan pada dasarnya dapat melakukannya dengan 2 macam cara pembandingan, yaitu :
a.       Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu-waktu yang lalu (rasio historis) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama. Dengan cara pembanding ini akan dapat diketahui perubahan-perubahan dari rasio tersebut dari tahun ke tahun. Kalau diketahui perubahan dari angka rasio tersebut maka dapatlah diambil kesimpulan mengenai tendensi atau kecenderungan keadaan keuangan serta hasil operasi perusahaan yang bersangkutan.
b.      Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan dengan rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (rasio industri/rasio standar) untuk waktu yang sama. Dengan cara ini akan dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan dalam aspek keuangan tertentu berada di atas rata-rata industri, berada pada rata-rata atau terletak dibawah rata-rata industri.
Menurut Fahmi (2011:133), untuk dapat menginterpretasikan hasil perhitungan rasio, maka diperlukan adanya pembanding. Pada pokoknya ada dua cara yang dapat dilakukan dalam membandingkan rasio keuangan perusahaan, yaitu:
1.      Cross sectional approach, merupakan suatu cara mengevaluasi dengan jalan membandingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya yang sejenis pada saat bersamaan.
2.      Time series analysis, merupakan suatu cara dengan membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan dari satu periode ke periode lainnya. Pembanding antara rasio yang dicapai saat ini dengan rasio-rasio pada masa lalu akan memperhatikan apakah perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran.
Menurut Riyanto (2010:330), apabila dilihat dari sumber darimana rasio ini dibuat, maka dapat digolongkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:
1.      Rasio neraca (Balance Sheet Ratios), yang digolongkan dalam katagori ini adalah semua data yag diambil dari atau bersumber dari neraca.
2.      Rasio-rasio laporan laba-rugi (Income Statement Ratios), yang tergolong dalam katagori ini adalah semua data yang diambil dari laba-rugi.
3.      Rasio-rasio antar laporan (Interstatement Ratios), yang tergolong dalam katagori ini adalah semua data yang diambil dari neraca dan laporan laba-rugi.
Menurut Riyanto (2010:331), umumnya rasio dapat dikelompokkan dalam 4 (empat) tipe dasar, yaitu :
1.      Rasio Likuiditas, adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
2.      Rasio Leverage, adalah rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibelanjai dengan hutang.
3.      Rasio Aktivitas, adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber dananya.
4.      Rasio Profitabilitas, adalah rasio yang mengukur hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan.
Menurut Prihadi (2008:8), mengemukakan beberapa hal penggunaan rasio keuangan dengan variasinya:
1.      Setiap peneliti berhak menentukan rasio yang digunakan.
2.      Tidak ada regulasi tentang penggunaan rasio tertentu.
3.      Setiap rasio mempunyai keterbatasan arti di samping kelebihannya.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan aspek rasio likuiditas, leverage, aktivitas dan profitabilitas.
   1.   Rasio Likuiditas
Menurut Harahap (2009:301), rasio likuiditas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Untuk dapat memenuhi kewajibannya yang sewaktu-waktu ini, maka perusahaan harus mempunyai alat-alat untuk membayar yang berupa aset-aset lancar yang jumlahnya harus jauh lebih besar dari pada kewajiban-kewajiban yang harus segera dibayar berupa kewajiban-kewajiban lancar. Mengenai rasio-rasio likuiditas sebagaimana yang diutarakan, menurut Riyanto (2010: 332), dapat dilihat pada uraian sebagai berikut :
a.        Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan kewajiban lancar. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
                                                  Aset Lancar
               Current Ratio =  ------------------------  
                                              Kewajiban Lancar


Rasio ini merupakan cara untuk mengukur kesanggupan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya, dengan pedoman 2:1 atau 200% ini adalah rasio minimum yang akan dipertahankan oleh suatu perusahaan. Menurut Fahmi (2011:61), kondisi perusahaan yang memiliki current ratio yang baik adalah dianggap sebagai perusahaan yang baik dan bagus, namun jika current ratio terlalu tinggi juga dianggap tidak baik karena dapat mengindikasikan adanya masalah seperti jumlah persediaan yang relatif tinggi dibandingkan taksiran tingkat penjualan sehingga tingkat perputaran persediaan rendah dan menunjukkan adanya over investment dalam persediaan tersebut atau adanya saldo piutang yang besar yang tak tertagih.
b.      Rasio Cepat (Quick Ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dikurangi persediaan dengan kewajiban lancar. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
                                            Aset Lancar - Persediaan
      Quick Ratio = --------------------------------------------
                                               Kewajiban Lancar

Rasio ini merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaan, karena persediaan memerlukan waktu yang retaif lama untuk direalisir menjadi uang kas, walaupun kenyataannya mungkin persediaannya lebih likuid dari pada piutang. Menurut Fahmi (2011:62), apabila menggunakan rasio ini maka dapat dikatakan bahwa jika suatu perusahaan mempunyai nilai quick ratio sebesar kurang dari 100% atau 1:1, hal ini dianggap kurang baik tingkat likuiditasnya.
2.  Rasio Leverage
Menurut Harahap (2009:306), rasio leverage merupakan rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh kewajiban atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh ekuitas. Setiap penggunaan utang oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap rasio dan pengembalian. Rasio ini dapat digunakan untuk melihat seberapa resiko keuangan perusahaan. Mengenai rasio-rasio leverage sebagaimana yang diutarakan, menurut Riyanto (2010: 333), dapat dilihat pada uraian sebagai berikut:
         a.  Rasio Hutang (Debt Ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara total kewajiban dengan total aset. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
                                                                           Total Kewajiban
Debt Ratio = -------------------------
                    Total Aset

Rasio ini menunjukkan sejauh mana kewajiban dapat ditutupi oleh aset. Menurut Fahmi (2011:63), semakin rendah rasio ini semakin baik karena aman bagi kreditor saat likuidasi.
b.  Time Interest Earned
Rasio ini merupakan perbandingan antara laba sebelum bunga dan pajak atau laba operasi (EBIT) dengan beban bunga. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
                                                                      EBIT
Time Interest Earned = ------------------------
                                                                Beban Bunga

Rasio ini menunjukkan sejauh mana besarnya jaminan keuntungan sebelum bunga dan pajak atau laba operasi (EBIT) untuk membayar beban bunganya. Menurut Fahmi (2011:63), semakin tinggi rasio semakin baik karena perusahaan dianggap mampu untuk membayar beban bunga periode tertentu dengan jaminan laba operasi yang diperolehnya pada periode tertentu.
         3.  Rasio Aktivitas
Menurut Harahap (2009:308), rasio aktivitas menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan kegiatan lainnya. Rasio ini dinyatakan sebagai perbandingan penjualan dengan berbagai elemen aset. Elemen aset sebagai pengguna dana seharusnya bisa dikendalikan agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Semakin efektif dalam memanfaatkan dana semakin cepat perputaran dana tersebut, karena rasio aktivitas umunya diukur dari perputaran masing-masing elemen aset. Mengenai rasio-rasio aktivitas sebagaimana yang diutarakan, menurut Riyanto (2010: 334), dapat dilihat pada uraian sebagai berikut:
a.  Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Rasio ini merupakan perbandingan antara harga pokok penjualan dengan rata-rata persediaan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
                                                        Harga Pokok Penjualan
Inventory Turnover = --------------------------------
                                                         Rata-rata persediaan

Rasio ini menunjukkan berapa cepat perputaran persediaan dalam siklus persediaan normal. Menurut Harahap (2009:308), semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat.
b.  Rata-Rata Periode Pengumpulan Piutang (Day’s Sales Outstanding)
Rasio ini merupakan perbandingan antara piutang dengan penjualan dibagi jumlah hari dalam setahun. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
                                                                     Piutang
Day’s Sales Outstanding  = ----------------------------------
                                                           Penjualan / 360 hari

Rasio ini mengukur waktu rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang dari penjualan. Menurut Munawir (2010:76), kalau rata-rata periode pengumpulan piutang lebih dari 60 hari menunjukkan perusahaan tersebut kurang baik, terutama bagian penagihan, sehingga tidak mampu menagih piutang pada saatnya, atau perusahaan tersebut telah memberikan syarat-syarat kredit yang terlalu lunak pada langganannya. Di samping itu semakin besar rasio ini bagi suatu perusahaan semakin besar pula resiko kemungkinan tidak tertagihnya piutang.


c.  Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover)
Rasio ini merupakan perbandingan antara penjualan dengan total aset. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
                                                                   Penjualan
Total Asset Turnover = ------------------------
                                                                  Total Aset

Rasio ini merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aset yang dimiliki perusahaan. Menurut Harahap (2009:309), semakin besar rasio ini semakin baik karena perusahaan tersebut dianggap efektif dalam mengelola asetnya.
4.       Rasio Profitabilitas
Menurut Harahap (2009:309), rasio profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuannya, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, ekuitas, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya. Mengenai rasio-rasio profitabilitas sebagaimana yang diutarakan, menurut Riyanto (2010: 335), dapat dilihat pada uraian sebagai berikut:
a.  Margin Keuntungan (Profit Margin)
Rasio ini merupakan perbandingan antara laba bersih dengan penjualan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
                                                                   Laba Bersih
Profit Margin = ------------------
                                                                    Penjualan

Rasio ini menunjukkan berapa besar persentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Menurut Harahap (2009:304), semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba.
b.  Tingkat Pengembalian Aset (Return On Assets)
Rasio ini merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total aset. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
                                                                       Laba Bersih
Return On Assets  = ----------------------
                                                                        Total Aset

Rasio ini menunjukkan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai asetnya. Menurut Harahap (2009:305), semakin besar rasionya semakin bagus karena perusahaan dianggap mampu dalam menggunakan aset yang dimilikinya secara efektif untuk menghasilkan laba.
c.  Tingkat Pengembalian Ekuitas (Return On Equity)
Rasio ini merupakan perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
                                                                      Laba Bersih
Return On Equity = --------------------
                                                                         Ekuitas

Rasio ini mengukur berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari modal pemilik. Menurut Harahap (2009:305), semakin besar rasionya semakin bagus karena dianggap kemampuan perusahaan yang efektif dalam menggunakan ekuitasnya untuk menghasilkan laba.


Sumber :

Selasa, 13 Desember 2016

Tugas 3 Sistem Informasi Manajemen (Softskill)



PROCESS DEVICE (UNIT PEMROSESAN)


 

Peralatan proses pada komputer adalah perangkat keras yang berfungsi untuk memproses dan mengolah data yang diberikan oleh peralatan input kemudian di keluarkan dalam bentuk informasi ke dalam peralatan output yang akan diterima oleh manusia. Unit pemprosesan yang berada dalam komputer adalah Central Processing Unit (CPU). CPU merupakan otak atau pengatur suatu sistem yang mengolah sehingga menghasilkan informasi. Tiga unsur penting dalam CPU, yaitu :
1)        Primary storage adalah ukuran besarnya processor atau biasa disebut  dengan main memory.
2)        Arithmatic logic unit adalah suatu alat yang bertugas melakukan perhitungan dalam computer.
3)        Control unit adalah merupakan suatu alat pengontrolan yang berada dalam komputer yang memberitahukan unit masukan mengenai jenis data, waktu pemasukan, dan tempat penyimpanan didalam primary storage. Control unit juga bertugas memberitahukan kepada arthmatic logic unit mengenai operasi yang harus dilakukan, tempat data diperoleh, dan letak hasil ditempatkan
Peralatan proses terdiri dari beberapa komponen perangkat keras komputer yang saling berhubungan satu sama lain. Peralatan proses tersebut diantaranya:
1.        Power Supply
Power Supply berfungsi untuk merubah arus AC menjadi arus DC dan mensuplai tegangan ke perangkat keras computer. Power supplay menyediakan arus listrik untuk berbagai peralatan CPU power supplay mengkonversi listrik dan menyediakan aliran listrik tetap untuk digunakan komputer. Kualitas power supplay menentukan kwalitas kinerja komputer. Daya sebesar 300-400 wat yang disalurkan power supplay biasanya cukup bagi komputer yang digunakan untuk pengetikan ataupun grafik. Sementara, daya 400-500 watt dibutuhkan jika komputer bekerja menggunakan banyak menggunakan Periferal ( unit tambahan). Power supply mempunyai 2 jenis, yaitu: power supply jenis AT dan power supply jenis ATX.

2.        Motherboard
Motherboard adalah komponen yang sangat penting pada komputer yang berfungsi untuk tempat memasang berbagai perangkat komputer seperti: RAM, prosessor, VGA Card, LAN Card dan perngkat yang lain. Motherboard sendiri didukung oleh beberapa chispset yang berfungsi untuk mendukung kinerja komputer.

3.        CPU atau Prosessor
CPU atau prosessor adalah otak dari komputer, komponen ini berfungsi sebagai pengendali proses pada komputer. Satuan dari kecepatan prosessor adalah MHz, sehingga semakin besar nilainya maka semakin cepat kecepatan akses prosessor.

4.        Memori (RAM)
Memori atau RAM adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai media penyimpan data yang bersifat sementara, artinya jika komputer dimatikan maka data yang disimpan di dalam memori akan dihapus secara otomatis. RAM sangat mempengaruhi kecepatan akses komputer sehingga semakin besar kapasitan RAM maka semakin cepat pula kecepatan akses pada komputer.

5.        Harddisk
Harddisk merupakan media penyimpanan pada komputer yang bersifat permanen. Harddisk digunakan untuk menyimpan data dan program dengan skala besar.

6.        VGA
VGA adalah komponen yang berhubungan dengan peralatan pemroses grafis, sehingga semakin bagus VGAnya maka semakin bagus pula kualitas gambar yang dihasilkan.

7.        Sound Card
Sound Card berfungsi untuk memproses data berupa suara. Dengan Sound Card kita bisa memasukkan data berupada suara atau mengeluarkan output berupa suara.


Penulis
Nama       : Mohamad Zenal Mutakin
NPM         : 46214769
Kelas        : 3DA02

Sumber Referensi
https://sramadhan13.wordpress.com/komputer/operasi-dasar-komputer/perangkat-keras-komputer-hardware/process-device-unit-pemrosesan/
http://eduedu93.blogspot.co.id/2012/01/alat-proses-pada-komputer.html
http://www.teorikomputer.com/2013/09/pengertian-dan-fungsi-peralatan-proses.html


Rabu, 02 November 2016

Tugas 2 Sistem Informasi Manajemen (Softskill) Doku Wallet


Image result for doku wallet
A.Sejarah Perusahaan
Berdiri sejak tahun 2007, DOKU yang sebelumnya bernama PT. Nusa Satu Inti Artha dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan pembayaran elektronik dan manajemen resiko pertama di Indonesia. Dengan semangat kerja keras dan totalitas dalam mendukung kebutuhan bisnis online para merchant, DOKU semakin dipercaya dan menjadi layanan pembayaran elektronik pilihan bagi merchant nasional maupun internasional.
Seiring dengan berkembangnya portfolio merchant DOKU baik dari sisi jumlah maupun jenis industri, sistem manajemen resiko DOKU pun semakin terasah dan mumpuni menganalisa berbagai transaksi, sehingga sangat berperan dalam meningkatkan jumlah transaksi sukses para merchant.
Berkat relasi yang terjalin baik selama bertahun-tahun dengan mitra pembayaran nasional maupun internasional, DOKU pun dapat menyajikan pilihan metode pembayaran terlengkap bahkan menfasilitasi transaksi dengan mata uang asing tertentu yang siap mendukung para merchant memperluas pasar serta meningkatkan pendapatan bisnisnya.
Menjadi yang terdepan di ranah pembayaran online untuk segmen korporat membawa motivasi baru bagi DOKU untuk mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi dan menjangkau konsumen. Setelah berhasil mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia pada tahun 2012, DOKU meluncurkan produk uang elektroniknya untuk pertama kali di bulan April 2013. Saat ini uang elektronik DOKU telah digunakan oleh lebih dari 1 juta konsumen Indonesia dan bekerjasama dengan lebih dari 22.000 merchant. DOKU terus mengembangkan produk uang elektroniknya untuk semakin mendukung dan dapat menjadi bagian dari gaya hidup konsumen masa kini.
‘Inovasi tanpa batas’ adalah komitmen DOKU untuk terus menjadi perusahaan pembayaran terdepan, dapat diandalkan dan terus dapat berperan dalam memajukan ekonomi digital Indonesia.

B. Produk Doku Wallet

DOKU membuat siapapun dapat berbelanja online dengan maupun tanpa Kartu Kredit. Sekarang Anda dapat melakukan pembayaran online dengan mudah dan juga transfer saldo sesama pengguna DOKU. Saat ini ribuan merchant online telah menerima DOKU sebagai cara pembayaran dan sejalan dengan jumlah merchant yang terus bertambah, DOKU akan terus menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan yang lebih ketika Anda berbelanja online. Tidak hanya belanja online, saat ini DOKU sudah dapat digunakan untuk melakukan pembayaran offline di Grup Alfamart dan Apotek K24.
 DOKU Wallet merupakan sebuah dompet virtual yang memungkinkan bagi pengguna untuk berbelanja online secara mudah dan aman hanya dengan menggunakan username dan password saja.
Calon pengguna tinggal akses ke www.dokuwallet.com, registrasi dan pilih sumber dana diinginkan (rekening atau kartu kredit). Setelah itu pengguna akan mendapatkan ID atau password yang dapat digunakan untuk belanja. Dan semuanya gratis tanpa biaya apapun.
Pengguna DOKU Wallet dimungkinkan melakukan pembayaran dengan cara mengklik tombol pembayaran yang terdapat pada situs-situs merchant selama terkoneksi dengan internet kapanpun waktunya.
Perkembangan bisnis e-commerce saat ini memang mengalami perkembangan yang sangat pesat, namun kesadaran masyarakat akan transaksi online yang mudah dan aman masih belum benar-benar dipahami. Bahkan sedikit pembeli yang melakukan transaksi online dan lebih memilih bertransaksi melalui sistem pembayaran konvensional, seperti transfer melalui bank ataupun ATM. Window shopping mungkin bisa dilakukan secara online, namun pembayarannya masih melakukan sistem konvensional. Kehadiran DOKU memberikan pemahaman kepada pembeli mengenai transaksi online sesungguhnya dan transaksi offline yang semakin mutakhir dengan hadirnya e-Wallet.
Keunggulan lainnya yang dimiliki DOKU, yaitu sangat mempermudah pembeli sekalipun dalam kondisi menyulitkan, seperti dalam ulasan sebelumnya, kita tidak usah khawatir ketika tidak membawa uang secara tunai ataupun ketika dompet tertinggal. Selama memiliki saldo di e-Wallet DOKU, kita masih bisa bertransaksi offline ataupun ingin melakukan tarik tunai, dan bisa melakukannya di merchant yang menjadi partner DOKU, yaitu Alfamart, Alfamidi, Alfa Express, Dan+Dan, dan juga Lawson terdekat

C. Kelebihan dan Kekurangan Doku Wallet
   
     a) Kelebihan ·
 Dengan menggunakan DOKU, Anda dapat melakukan transaksi online walaupun tidak memiliki kartu kredit atau rekening bank. · Kemudahan dan kenyamanan pembayaran online dan offline dengan hanya menggunakan DOKU ID. · Anda dapat leluasa berbelanja dan mendapatkan penawaran menarik khusus untuk pembayaran menggunakan DOKU. · Anda dapat menggunakan DOKU kapan saja 365 hari/tahun dan dimana saja melalui aplikasi DOKU.

     b) Kekurangan ·
 Tidak semua penjual mau menerima penggunaan teknologi ini. · Orang Indonesia masih belum/tidak terbiasa melakukan pembayaran elektronik. · Masalah keamanan yang membuat orang takut melakukan transaksi. · Munculnya kejahatan baru. · Kurangnya pengetahuan IT di Indonesia. · Tidak Semua orang memiliki akses terhadap internet.

D. Kesimpulan Produk

Doku Wallet memungkinkan setiap pelanggan yang terdaptar untuk melakukan pembayaran online atau transaksi lainnya dengan nyaman dan aman tanpa mengungkapkan data keuangan pribadi, serta mengirim dan menerima transfer uang hanya dengan menggunakan alamat email (Doku ID) dalam bentuk rincian atau melalui telepon dengan mendaftarkan ponsel terlebih dahulu.
Adanya teknologi ini diperlukan sosialisasi atau pengenalan kepada masyarakat luas karena masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terbiasa mengggunakan e-wallet. Dan sebagian besar masyarakat takut untuk melakukan transaksi online. Dengan adanya berbagai kemudahan dan kenyamanan dari e-wallet yang telah disediakan oleh berbagai instansi, pelanggan setidaknya haru mengetahui syarat dan ketentuan yang diberlakukan ole instansi yang dipilih. Pelanggan haru tetap berhati-hati dalam melakukan pembayaran dengan memperhatikan dan mencari tahu sebelum membayar, alamat URL, link, atau aplikasi tujuan untuk mentransfer, jangan sampai salah kirim. Pelanggan juga harus memilih mana insatansi penyedia layanan e-Wallet yang sah atay benar yang telah terdaptar atau diakui Bank Indonesia atau instansi keamanan lainnya.

Penulis
Nama   : Mohamad Zenal Mutakin
NPM   : 46214769
Kelas   : 3DA02

Sumber Referensi
http://dokuwallet.com/id/
             http://doku.com/id/blog/

Biaya Modal (Tugas 4 Sosftskill)

Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yg berasal dari hutang...